Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 31 Desember 2013

Between FRIENDship, RELATIONship and STRANGER

Sebagian besar manusia yang ada di muka bumi ini pasti pernah mengalami hal seperti ini, yakni berdiri (atau duduk juga bisa) di antara yang namanya PERSAHABATAN dan PERCINTAAN. Jika kita telaah dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tersebut memiliki kesamaan, yakni memiliki imbuhan per- dan -an diawal dan diakhir kata. Eitss, jangan ketawa dulu guys, karena ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Nggak hanya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (atau panggilan kerennya, KBBI) tapi pada kata dasarnya pun memiliki kesamaan bahkan hubungan yang berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya, SAHABAT dan CINTA. Tapi mengapa kebanyakan orang selalu mengalami situasi seperti ini (dan juga saya) :

Saya  + Dia --- Ketemu --- Kenal --- Saling mengenal ----> berSAHABAT (berjanji menjadi sahabat di kala suka dan duka)

(setelah lama) berSAHABAT --- Saling Suka --- Saling Cinta ----> berPACARAN (berjanji menjadi pasangan abadi sehidup semati = 1 hidup, 1 mati)

(terlalu lama) berPACARAN --- Punya Konflik --- Saling Benci ----> berJAUHAN dan PUTUS (berjanji tidak akan saling bertemu dan tidak akan saling mengenal lagi)

Pada dasarnya, manusia diciptakan Tuhan untuk saling mencintai satu sama lain, jadi kalau ditanya apa hubungannya antara SAHABAT dengan CINTA ? Nggak perlu jauh-jauh sahabat, di dalam keluarga aja harus saling mencintai, karena tanpa rasa cinta, takkan ada rasa untuk ingin mengenal, rasa ingin mengerti, dan sebagainya, dan seterusnya. Jadi, intinya, nggak ada alasan abis putus terus nggak mau saling kenal lagi, apalagi ada yang bilang "nyesel aku ketemu sama kamu, kenapa nggak dari awal aja tau kayak gini", wah kalau penyesalan datang di awal cerita itu namanya pendaftaran dong (wkwkwk). Memang sulit mengawali hal yang sama seperti dulu setelah kita putus dengan si dia, tapi seiring waktu (dan jaman), kita pasti saling membutuhkan seperti waktu kita dan dia bersahabat. Karena manusia adalah makhluk sosial, yang nggak perlu hitung menit pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya.
Situasi seperti ini sering terjadi, banyak kasusnya tapi belum tau penyelesaiannya bagaimana, karena tiap personal pasti punya caranya masing-masing.
Aku ngomong gini karena aku pernah mengalami hal ini, dan masalahnya, dia yang susah diajak kompromi lagi dan malah lagi menikmati hari dengan gebetan barunya (sakkkiiiiitttt), but it's fine, aku percaya dia akan kembali menjadi seorang sahabat yang ada dalam suka duka ku selama kurang lebih 7 tahun.
Semangat guys, tahun 2013 akan berakhir dan sambutlah tahun 2014 dengan tiada dendam diantara kita dan dia :)